Perbedaan Air RO Dengan Air Alkali

Semua orang tahu bahwa manusia di rekomendasikan oleh semua pakar kesehatan untuk mengkonsumsi air minimal 6 sampai 8 gelas perhari untuk menghidari tubuh kekurangan cairan yang bisa mengakibatkan kelelahan, pusing, berpengaruh pada elastisitas kulit hingga dehidrasi. Air yang layak di konsumsi tubuh harus air yang baik sesuai standar air minum yaitu jernih, tidak berwarna dan tidak bau.

Ada beberapa jenis air yang bisa dikonsumsi beberapa di antaranya adalah air Mineral, air Reverse Osmosis dan air Alkali. Ketiga jenis ini memiliki kandungan yang berbeda namun aman bagi tubuh manusia. Inilah beberapa garis besar perbedaan Air Reverse Osmosis dengan Air Alkali.

  • air reverse osmosis

Air Reverse Osmosis : Mesin Reverse Osmosis saat ini sudah banyak dijual untuk dipasang pada perumahan, pabrik, kantor atau usaha. Kandungan didalam air Reverse Osmosis tidak seperti air Mineral, hanya H2O saja yang ada didalam air Reverse Osmosis, tidak ada kandungan zat besi, kalium, magnesium dan lainnya. Jika di lakukan penyaringan menggunakan mesin Reverse Osmosis melalui membrane RO, 2 liter air hanya menghasilkan 1 liter air Reverse Osmosis. Air jenis Reverse Osmosis jauh lebih mahal dibandingkan air Mineral.

Manfaat dari air Reverse Osmosis banyak sekali bagi tubuh manusia, bisa menjadi nutrisi yang sangat penting bagi tubuh. Tingkat kejernihan air Reverse Osmosis lebih tinggi. Ukuran molekul nya lebih kecil jadi lebih mudah di serap oleh tubuh, kandungan air Reverse Osmosis juga lebih murni karena hanya ada H2O jadi saat di minum terasa lebih ringan. Air Reverse Osmosis lebih tahan lama dibandingkan air Mineral, jika disimpan lebih lama pada ruangan yang terkena sinar matahari langsung proses pertumbuhan lumut pada air Reverse Osmosis lebih lama dibandingkan dengan air Mineral.

Banyak manfaat air Reverse Osmosis yang belum diketahui oleh masyarakat yang beranggapan air Mineral lebih baik dari air Reverse Osmosis, anggapan bahwa air Reverse Osmosis lebih pahit dari air Mineral itu dikarenakan lidah manusia tidak terbiasa mengkonsumsi air minum dengan kandungan murni, juga harga yang lebih mahal membuat orang lebih memilih air Mineral dan anggapan bahwa air Mineral sama dengan air Reverse Osmosis jika dilihat dengan kasat mata dari bentuk, warna, dan rasa padahal kandungan air Reverse Osmosis jauh lebih banyak dibandingkan air Mineral. Kurangnya pengetahuan akan pentingnya air Reverse Osmosis juga mempengaruhi paradigma masyarakat mengenai cara memilih air minum yang baik dan benar.

  • Air Alkali

Air Alkali Air jenis ini memiliki tingkat PH lebih tinggi dibandingkan jenis air lainnya. Air normal umumnya memiliki tingkat PH netral 7, sedangkan air Alkali memiliki tingkat PH 8 sampai 9. Tingkat Alkalin dalam air Alkali dilihat dari kadar PH didalamnya. Selain memiliki tingkat PH yang tinggi, air Alkali harus memiliki Mineral Alkali dan ORP atau yang disebut Potensi Reduksi Oksidasi Negatif. ORP ini sebagai antioksidan, semakin negatif nilai ORP semakin tinggi antioksidan nya.

Air Alkali di percaya dapat membantu bagi orang yang memiliki penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol. Orang yang mengkonsumsi air Alkali mengurangi viskositas sebesar 6,3% sehingga air mengalir dalam tubuh lebih efisien dan meningkatkan penyebaran oksigen ke seluruh tubuh. Penggunaan air Alkali meskipun aman bagi tubuh namun disarankan hanya digunakan pada kondisi tertentu saja dikarenakan jika tubuh mengkonsumsi air dengan tingkat PH tinggi dapat menonaktifkan pepsin yaitu enzim utama yang bisa menimbulkan refluks asam.

Keuntungan minum air minum alkali dibanding air mineral dan demineral

Melansir dari laman Healthline, masih dibutuhkan penelitian ilmiah lain dengan skala lebih besar yang mengulas manfaat dan keefektifan air alkali untuk kesehatan. Namun, di samping itu air alkali dipercaya dapat memberikan manfaat seperti:

  • Memiliki sifat anti-aging 
  • Mendukung daya tahan tubuh
  • Membantu menurunkan berat badan

Risiko mengonsumsi air alkali

Air alkali, juga sering menjadi pilihan konsumsi air harian. Air alkali bersifat basa karena pH yang terkandung di atas pH 7 yang bersifat netral. Air alkali biasanya mengandung pH 8-9. Melansir laman Healthline, terlalu banyak alkali dapat meningkatkan risiko alkalosis metabolik. Alkalosis metabolik menggambarkan kondisi pH tubuh terlalu basa dan berisiko menyebabkan:

  • Mual
  • Muntah
  • Otot berkedut
  • Kesemutan di wajah

Nah, setelah mengetahui lebih dalam tentang air mineral dan perbedaannya dengan air demineral dan air alkali, kita juga perlu memperhatikan jenis air mineral yang kita pilih. Seperti sudah disampaikan, kita perlu ingat bahwa tidak semua air mineral sama. Untuk menjaga kesehatan perlu dimulai dari awalnya.

Kualitas air mineral yang baik bergantung pada sumber air dan proses pengolahannya. Air mineral yang baik berasal dari sumber pegunungan alami, yang ekosistem di sekitar sumber airnya  terlindungi, sehingga kealamian mineralnya terjaga dan bermanfaat untuk melindungi kesehatan kita.

Selain itu, efek samping mengkonsumsi air Alkali bisa menurunkan keasaman lambung, membunuh bakteri dan patogen lain yang tidak diperlukan. Jadi, disamping air Alkali ini memiliki manfaat tetap memiliki efek samping yang negatif juga bagi tubuh. Disarankan lebih berhati hati menggunakan air Alkali dikarenakan hingga saat ini belum ada penelitian yang mendukung bahwa air Alkali lebih sehat jika di konsumsi dibandingkan jenis air lainnya.

Nah Jangan lupa ya, meskipun di rumah aja harus tetap konsumsi 2 liter air mineral agar tubuh tetap terhidrasi.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *